close
Poker Online Terpercaya Poker Online Uang Asli

qqgaming.com Agen Judi Bola Online Koin4d.com qqgaming.com

Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak

Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak

Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak

Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak

Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak – Setiap mulai tahun ajaran baru, orangtua pasti dipusingkan dengan biaya masuk sekolah untuk anak. Kebanyakan kesalahan orangtua adalah tidak mengetahui berapa biaya sekolah dan tidak memper- siapkannya sejak dini. Kalaupun sudah merencanakannya sejak dini, kesalahan lainnya yang kerap orangtua lakukan adalah lebih menanyakan produknya apakah asuransi pendidikan atau tabung- an pendidikan? Begitu penjelasan dari Annissa Sagita, penasihat keuangan di AAM & Associ ates. Untuk itu, Annissa Sagita memberikan tips ini.

1. Akan Disekolahkan di Mana?
Yang harus Anda cari tahu pertama kali adalah di mana Anda mau menyekolahkannya. Artinya, pilih sekolahnya terlebih dahulu. Pastinya ada perbedaan biaya antara sekolah swasta dan negeri, kurikulum nasional dan kurikulum nasional, serta sekolah berbahasa Indonesia dan bilingual. Setelah tahu pilihan sekolah dan biayanya, baru anda siapkan dananya.

2. Tentukan Jangka Pengelolaan Dana
Jenjang sekolah anak ada- lah mulai dari TK, SD, SMP SMA, dan perguruan tinggi. Dari jenjang jenjang itu mana yang paling dekat dengan tahap pendidikan anak. misalnya, jika anak sudah duduk di jenjang pendi- dikan TK berarti akan melanjutkan ke SD, lalu ke SMP Masa berseko- lah dari jenjang TK ke SD adalah jangka pendek, hanya dua tahun Sementara, masa bersekolah dari jenjang SD ke SMP adalah jangka menengah, yaitu enam tahun. Sementara, jenjang pendidikan dari SMA sampai perguruan ting-gi merupakan jangka panjang. Berdasarkan pemahaman tentang jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang ini, Anda bisa menentukan sistem pengelolaan dana pendidikan anak Anda.

a. Jangka panjang: Siapkan pengelolaan dana pendidik an jangka panjang dengan investasi. Contohnya adalah reksadana, saham, dan properti. Produk-produk investasi mem berikan return tetapi juga ada risikonya. Biasanya, investasi dengan return yang tinggi akan berisiko tinggi pula.

b.Jangka menengah: Untuk pengelolaan dana pendidikan menengah, Anda bisa memanfaatkan reksadana atau logam mulia.

c. Jangka pendek: Untuk pengelolaan dana pendidikan jangka pendek Anda bisa menyimpan dana dalam bentuk tabungan atau deposito. Ingat, untuk jangka pendek sebaiknya jangan menyimpan dana dalam bentuk saham yang berisiko tinggi. dikhawatirkan saat dana diperlukan, nilai saham itu sedang jatuh.

3. Perhitung naikan Biaya sekolah
Setiap tahunnya biaya sekolah umumnya akan naik sekitar 10. 25%, tergantung pada sekolah yang Anda inginkan. Untuk itu Anda harus cari tahu berapa biayanya pada tahun ini, lalu perkirakan berapa kenaikannya dalam % untuk lima tahun ke depan. misalnya, biaya kenaikan itu 10%, berarti Anda harus menaik kan dana pendidikan anak tahun ini sekitar 10%, tahun kedua 10%, dan seterusnya hingga 5 tahun ke depan. dari situ akan ditemukan berapa dana yang harus anda persiapkan untuk lima tahun itu.

4. Rencanakan dan Persiapkan Sejak Dini
Bila Anda punya anak kewajiban Anda sebagai orangtua adalah menyekolahkan anak Sebaiknya, rencanakan dan siapkan dana pendidikan untuk anak Anda sejak dini. Bahkan, Anda bisa langsung memulai persiapan dana pendidikan anak masih dalam kandungan. jadi, jangan sampai tahun depan anak akan masuk sekolah, anda baru mencari sekolahnya dan mempersiapkan dana pendidikannya tahun ini.

5. Yang Harus Diketahui tentang Asuransi
Banyak pula orangtua yang menyimpan dana pendidikan dalam bentuk asuransi. Yang harus Anda ketahui, produk asuransi itu hanya proteksi dari segala risiko yang mungkin merugikan finansial kita. Misalnya, saat Anda sakit berat pemasukan pun Nah terhenti. nah fungsi asuransi adalah untuk membayarkan kerugian finansial Anda tadi. Jadi, fungsi asuransi bukan untuk perencanaan, tapi lebih melindungi yang sudah direncanakan. Jadi, asuransi kurang tepat bila tujuannya untuk mencapai dana pendidikan. Apalagi bila premi yang Anda bayarkan tidak besar. Ketika polis sudah berakhir, dana yang tersisa tidak mencukupi biaya sekolah karena biasanya biaya sekolah sudah naik tinggi.

6. Anak Perlukah Dilibatkan?
Melibatkan anak dalam pengelolaan dana pendidikan tidaklah perlu. Hanya saja, anak memang harus diperkenalkan tentang uang sejak dini. Misalnya saja, menabung untuk menda- patkan barang yang diinginkan. Menabung juga mengajar- kan anak untuk bersabar dan menunggu hasil sebuah proses. Dari situ anak bisa belajar pula bahwa uang itu didapat dengan berusaha dan bekerja, tidak sekedar meminta pada orang tua. orang tua pun harus bekerja untuk mendapatkan uang itu.

Itulah Tips Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak

Semoga bermanfaat

Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak | admin | 4.5